Langsung ke konten utama

Macam – macam Cidera dalam Olahraga

Macam – macam Cidera
1. Sprain/kesleo
adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada ligament (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul sendi, yang memberikan stabilitas sendi. Kerusakan yang parah pada ligament atau kapsul sendi dapat menyebabkan ketidakstabilan pada sendi.
Akibat dari Sprain :
 Memar
 Sendi tidak stabil
 Menimbulkan rasa sakit, nyeri pada sendi
 hematoma
Gejalanya dapat berupa nyeri, inflamasi/peradangan, dan pada beberapa kasus, ketidakmampuan menggerakkan tungkai. Sprain terjadi ketika sendi dipaksa melebihi lingkup gerak sendi yang normal, seperti melingkar atau memutar pergelangan kaki.

Penyebab Sprain:
Trauma /gerakan yang keras pada pergelangan kaki sehingga kaki terpuntir melebihi ROM. Sprain dapat disebabkan oleh jatuh, terpelintir, atau tekanan pada tubuh yang menyebabkan tulang pada sendi bergeser sehingga menyebabkan ligamen teregang atau bahkan robek. Biasanya, sprain terjadi pada keadaan seperti saat orang terjatuh dengan bertumpu pada tangan, mendarat dengan bagian luar dari kaki, atau mendatar keras di tanah sehingga menyebabkan lutut terpelintir
Pengobatan :
 RICE
 Boleh pakai bidai, tongkat, jalan dengan menumpu berat badan
 Gips, boleh jalan setelan 21 hari
 Kompres es 3 – 4 kali sehari
 elevasi/peninggian bagian yang cedera

2. Strain/kram adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada struktur muskulo-tendinous (otot dan tendon). Strain akut pada struktur muskulo-tendinous terjadi pada persambungan antara otot dan tendon. Strain terjadi ketika otot terulur dan berkontraksi secara mendadak, seperti pada atlet speed atau boulder .Tipe cidera ini sering terlihat pada pemanjat speed yang mengalami strain pada otot pundak. Beberapa kali cidera terjadi secara mendadak ketika pemanjat dalam memanjat secara penuh. Gejala pada strain otot yang akut bisa berupa nyeri, spasme otot, kehilangan kekuatan, dan keterbatasan lingkup gerak sendi. Strain kronis adalah cidera yang terjadi secara berkala oleh karena penggunaan berlebihan atau tekakan berulang-ulang, menghasilkan tendonitis (peradangan pada tendon). Sebagai contoh, pemain tennis bisa mendapatkan tendonitis pada bahunya sebagai hasil tekanan yang terus-menerus dari servis yang berulang-ulang.
Akibat Strain :
 Otot menjadi tegang, nyeri.
 Otot kehilangan kekuatan
 Spasme otot
 Keterbatasan ruang lingkup sendi


Penyebab Strain :

Berat ringannya strain
Therapist mengkategorikan sprain dan strain berdasarkan berat ringannya cidera.
Strain diklasifikasikan berdasarkan berat rignannya :
 Derajat I : regangan/streching atau robekan ringan pada serabut tendon dan otot, dengan minimal. Biasanya kalau diistirahatkan secara total, 2-3 hari akan sembuh sendiri.
 Derajat II : regangan serabut tendon, dengan robekan parsial/sebagian, bersamaan dengan nyeri dan bengkak, tetapi masih bisa menyambung. pertolongan metode RICE, disamping itu kita harus memberikan istirahat yang lebih sempurna, yaitu denagn tindakan imobilisasi (suatu tindakan yang diberikan agar nagian yang cedera tidak dapat digerakan) dengan cara balut tekan, spalk maupun gips. Biasanya istirahat selama 3 sampai 6 minggu.
 Derajat III : robekan serabut otot/ligament yang luas/penuh dengan nyeri, bengkak dan kemungkinan ada yang putus, sehingga mengakibatkan ketidakstabilan sendi. Kita tetap melakukan metode RICE,sesuai dengan urutannya, lalu dikirim ke rumah sakit untuk dijahit/disambung kembali.




Pada prinsipnya pertolongan pertama :
 RICE
 Balut tekan (pressure bandage)
 Bantu dengan tongkat atau kruk
 Mulai aktivitas dengan hati-hati secara bertahap

Bagaimana mencegahnya :
 jangan lalai berikan latihan stretching, latihan ini meningkatkan kelenturan
 jangan coba melakukan latihan terlalu banyak/cepat.
 Berlatihlah dari menu latihan yang ringan menuju bentuk latihan yang berat.
 Latihan harus terprogram dari teknik yang sederhana menuju teknik yang tinggi/susah.


3. Dislocation
Merupakan pergeseran letak sendi dari tempat yang seharusnya disertai dengan kerusakan kapsul sendi dan ligamen yang mengelilinginya.
 Penyebab : bawaan, kronis osteoarthritis, Occupational bahaya, Muscular kelemahan, salah angkat besi, Kurangnya istirahat, dll
Tanda-tanda & Gejala : Mendadak sakit di sendi, pembengkakan pada sendi, kelainan bentuk dari gabungan, kerja sama mungkin tidak berfungsi atau sakit, urat darah dan kapal yang lewat di dekat bersama mungkin rusak.
 Akibat : sendi tidak dapat di gerkkan & menimbulkan rasa sakit, nyeri, trauma.
4. Frakture / patah tulang
Merupakan terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan baik komplit maupun tidak komplit.
Cedera fractures tidak hanya terjadi pada bagian kaki macam tulang paha, tulang kering, tulang selangkangan, atau tulang telapak kaki, tapi juga kerap terjadi pada lengan, bahu, hingga pergelangan tangan. Untuk menghindari cedera macam ini, penggunaan pelindung sangat dianjurkan untuk meminimalisir patah atau retak tulang.
 Penyebab : Mungkin karena yang jatuh dari ketinggian, kecelakaan lalu lintas yang repetitif dan kekuatan pada tulang, karena kegiatan fisik seperti berjalan atau angkat besi.
 Akibat : berkurangnya ruang gerak & keseimbangan tubuh.
5. Shin Splints Bidai Tulang Kering
DEFINISI
Bidai Tulang Kering (Shin splints) adalah nyeri karena kerusakan otot di sepanjang tulang kering.
Dua kelompok otot di tulang kering sangat peka terhadap shin splints. Lokasi nyeri tergantung kepada kelompok otot yang terkena. Shin splints anterolateral terjadi pada otot-otot di bagian depan ( anterior) dan di bagian luar (lateral) tulang kering.
 Penyebabnya : ketidakseimbangan alami dalam ukuran otot-otot yang berlawanan. Otot tulang kering menarik kaki ke atas dan otot betis yang lebih besar dan lebih kuat menarik kaki ke bawah setiapkali tumit menyentuh tanah selama berjalan atau berlari. Otot betis bisa memberikan dorongan yang sangat kuat sehingga dapat melukai otot tulang kering. Penyebab yang umum adalah berdiri terlalu lama, yang memberikan tekanan yang berulang pada tungkai bawah.
 Gejala utama & akibatnya : nyeri di sepanjang tulang kering bagian depan dan luar. Pada awalnya nyeri hanya dirasakan segera setelah tumit menyentuh kaki selama berlari. Jika terus berlari, nyeri tejradi pada setiap langkah, dan akhirnya menetap.
Pada pemeriksaan fisik, bila disentuh maka tulang kering akan terasa nyeri. Penderita sebaiknya berhenti berlari untuk sementara waktu dan melakukan olah raga yang lain. Latihan peregangan otot betis akan banyak membantu. Setelah otot tulang kering mulai membaik, bisa mulai dilakukan latihan untuk memperkuat otot tulang kering. Shin splints posteromedial terjadi pada otot-otot di bagian belakang (posterior) dan di bagian dalam (medial) dari tulang kering, yang bertugas mengangkat tumit sesaat sebelum jari-jari kaki ditarik. Penyebabnya adalah karena berlari diatas jalan yang berbatu-batu.Keadaan ini akan memburuk jika kaki terlalu diputar ke dalam atau menggunakan sepatu lari yang tidak dapat mencegah terjadinya pemutaran kaki yang berlebihan.
Nyeri biasanya dirasakan di sepanjang bagian dalam tungkai bawah, sekitar 2,5-10 cm diatas pergelangan kaki dan akan memburuk jika penderita berdiri diatas jari-jari kakinya atau memutar pergelangan kakinya ke dalam. Jika penderita terus berlari, nyeri akan berpindah ke depan dan menyerang pergelangan kaki bagian dalam dan bisa menjalar ke tulang kering atas sampai 5-10 cm di bawah lutut. Pada awalnya hanya tendon otot yang mengalami peradangan dan nyeri, tetapi jika penderita terus berlari, ototnya sendiri juga akan terkena.
Pada akhirnya tekanan pada tendon yang meradang bisa benar-benar menariknya dari tempat perlekatannya di tulang, sehingga terjadi perdarahan dan peradangan lebih lanjut. Kadang bagian tulang kering yang melekat pada tendon mengalami robekan.
Pengobatan utama adalah berhenti berlari dan melakukan olah raga lain. Untuk menjaga memutarnya kaki bisa digunakan sepatu dengan sudut tumit yang kaku dan penyangga lengkung kaki khusus. Untuk menghindari kekambuhan, sebaiknya tidak berlari diatas jalan yang berbatu-batu. Pada kasus yang berat, dimana bagian tulang kering ada yang robek, pembedahan dilakukan untuk memperbaikinya. Pengobatan eksperimental yang berupa suntikan kalsitonin (hormon pembentuk tulang) atau tablet alendronat (obat untuk memperlambat kerapuhan tulang), diberikan kepada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan lainnya.Kadang tidak ada pengobatan yang efektif dan penderita harus benar-benar menghentikan olah raga lari.

6.Tendinitis Achilles
Tendinitis Achilles adalah suatu peradangan pada tendon Achilles, yaitu urat daging yang membentang dari otot betis ke tumit.
Otot betis dan tendon Achilles berfungsi menurunkan kaki bagian depan setelah tumit menyentuh tanah dan mengangkat tumit ketika jari-jari kaki ditekan sebelum melangkah dengan kaki yang lainnya.
 Penyebab : Tendinitis achilles terjadi jika tekanan pada tendon lebih besar dibandingkan dengan kekuatan tendon tersebut.
Berlari menuruni bukit memberikan tekanan lebih pada tendon achilles karena kaki bagian depan harus melangkah lebih jauh sebelum menyentuh tanah. Berlari menaiki bukit juga memberikan tekanan berlebih pada tendon achilles karena otot betis harus mengerahkan tenaga lebih besar untuk mengangkat tumit ketika jari-jari kaki didorong.
Berbagai faktor biomekanik yang cenderung menyebabkan cedera pada tendon Achilles:
- Pronasi (berputar ke dalam) kaki yang berlebihan
- Kebiasaan berpijak terlalu jauh dari tumit
- Urat lutut dan otot betis yang kaku
- Lengkung kaki yang tinggi
- Tendon Achilles yang kaku
- Kelainan bentuk tumit.
Gejala utamanya adalah nyeri, yang biasanya sangat hebat jika penderita bangun dari duduk atau berbaring atau ketika penderita mulai berlari. Nyeri seringkali mereda jika penderita terus berjalan atau lari, walalupun terasa nyeri dan kaku. Tendon Achilles terbungkus dalam suatu selubung pelindung; diantara tendon dan selubungnya terdapat lapisan lemak yang tipis, yang memungkinkan tendon bergerak dengan bebas.
Jika tendon mengalami cedera, akan terbentuk jaringan parut diantara tendon dan selubungnya, sehingga setiap kali bergerak, tendon akan menarik selubung pembungkusnya. Itulah sebabnya mengapa pergerakan menyebabkan rasa nyeri. Terus berjalan atau berlari akan mengurangi nyeri karena menyebabkan meningkatnya suhu dari selubung, sehingga menjadi lebih lentur dan tendon dapat bergerak lebih bebas.Menekan tendon biasanya juga akan menyebabkan nyeri.
Jika penderita tidak menghiraukan nyeri yang terjadi dan terus berlari, maka jaringan parut yang kaku akan menggantikan tendon yang elastik dan tendon akan selalu terluka selama penderita melakukan latihan, tanpa disertai kemungkinan untuk sembuh.
Diagnosa : Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya nyeri tumpul di sepanjang tendon yang terkena dan jika diberikan tahanan terhadap otot yang menempel pada tendon tersebut, maka akan timbul nyeri.
Pengobatan : Berhenti berlari dan menggantinya dengan bersepeda selama nyeri menetap, merupakan bagian penting dari pengobatan. Tindakan lainnya tergantung kepada penyebab atau keadaan penderita. Menggunakan sepatu dengan bagian telapak yang lentur dan pemasangan lapisan sepatu bisa mengurangi ketegangan tendon dan menstabilkan tumit. Latihan untuk meregangkan otot lutut bisa dimulai segera setelah nyeri hilang.
Demikian pula halnya dengan latihan untuk memperkuat tendon Achilles. Penderita sebaiknya tidak berlari menaiki bukut atau menuruni bukit dengan kecepatan tinggi sampai tendonnya telah sembuh sempurna, yang biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberapa tahun.
 Akibatnya : rasa nyeri, tidak dapat melakukan aktifitas dalam waktu yang cukup lama.

7. Compartment Syndrome
Terjadi ketika tekanan yang terdapat dalam permukaan anatomis meningkat dan menyebabkan sirkulasi dan fungsi otot serta syaraf yang ada didalamnya menjadi terganggu.
 Penyebab : adanya kerusakan pada tulang tibia.
Compartment Syndrome dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Kronis : terjadi rasa sakit (nyeri) pada saat melakukan latihan.
Cara menanggulangi : pasien harus menghentikan aktifitas olahraga dan disarankan melakukan operasi untuk menyembuhkannya.
2. Akut : dapat menghancurkan/merusak compartment.
Cara penanggulangi : operasi darurat
 Akibat :
8. Knee Injuries (cedera pada lutut)
Ada beberapa jenis cedar lutut yang umum dialami oleh pemain bola, yaitu cedera pada medial collateral ligament, meniscus, dan anterior cruciate ligament, baik itu sobek pada jaringan, maupun putusnya jaringan tersebut.
 Penyebab : Pemakain sepatu yang kurang tepat, kurang latihan kekutan (strength training).
 Akibat : Timbul rasa sakit pada lutu apabila digerakkan, membutuhkan perawatan /penyembuhan yang serius dan cukup lama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Manajemen Siswa (Manajemen Pendidikan)

MANAJEMEN SISWA A. PENGERTIAN Manajemen siswa adalah kegiatan pencataan siswa mulai dari proses penerimaan hingga siswa tersebut lilis dari sekolah disebabkan karena tamat atau sebab lain. Tidak semua hal yang berhubungan dengan siswa termasuk dalam manajemen siswa. Pekerjaan mengenai siswa kadang-kadang termasuk dalam manajemen siswa, tetapi adakalanya termasuk dalam manajemen lain. (Suharsimi Arikunto (2008) : 57)

Filsafat Olahraga Final Paper

PENDAHULUAN           Secara historis, pendidikan dalam arti luas telah dimulai sejak manusia berada di bumi ini. Dengan perkembangan peradaban manusia, berkembang pula penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. Pendidikan pada hakikatnya adalah upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu Negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya, selaku warga masyarakat, bangsa dan Negara, secara berguna, serta mampu mengantisipasi hari depan mereka yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, Negara dan hubungan internasionalnya. Pendidikan tinggi tidak dapat mengabaikan realita kehidupan yang mengglobal yang di gambarkan sebagai perubahan yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Sejalan dengan kemajuan manusia dalam pemikiran dan ide-ide tentang pendidikan, kita pasti sepakat bahwa Filsafat sang...

TEORI BELAJAR

1. Teori Belajar Behavioristik Menurut teori ini dijelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum-hukum mekanistik. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fifik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat dari kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon). Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Teori Behavioristik: 1. Mementingkan faktor lingkungan 2. Menekankan pada faktor bagian 3. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan met...